Kegiatan Belajar di Sekolah

Home / Kegiatan Belajar di Sekolah

KEGIATAN BELAJAR DISEKOLAH

Agenda siswa

Agenda siswa hanya untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, yang berfungsi sebagai buku komunikasi antara siswa, sekolah dan orang tua. Guru dapat mencantumkan informasi penting orang tua, begitu pun sebaliknya. Siswa akan menuliskan rencana belajar dan hal-hal hal yang terkait dengan informasi belajar di buku agenda dengan arahan dan bimbingan wali kelas.

 

Senandung Al Fatihah dan Asmaul Husna

Setiap pagi selama kurang lebih dua puluh menit, siswa diberikan bimbingan untuk membaca dan menggali makna Al Quran melalui pendekatan yang bervariasi. Setelah salat Dhuha, guru memberikan materi penanaman nilai-nilai Al Fatihah dan Asmaul Husna, sebagai bekal siswa untuk dapat terus memantapkan nilai-nilai agama di hati nurani siswa.

 

Kegiatan Shalat

Setiap pagi siswa dibiasakan untuk melakukan salat Dhuha berjamaah dan pada siang hari siswa melakukan salat Dzuhur berjamaah. Kegiatan shalat ini merupakan program pembelajaran yang bertujuan membentuk pribadi dan muslim yang bertaqwa, juga sebagai pembiasaan diri yang edukatif bagi seluruh siswa, guru dan pegawai sekolah. Kegiatan shalat berjamaah ini dikoordinasi oleh guru agama atau mereka yang ditunjuk dan beberapa guru.

Setiap siswa diharapkan membawa perlengkapan sholat mulai dari mukena, sajadah, sarung, sandal, dan lainnya. Bagi siswi yang berhalangan shalat, selama kegiatan sholat berlangsung, akan berada di ruang kelas yang ditentukan, untuk melakukan kegiatan yang dipandu oleh guru agama.

 

Circle Time

Setiap hari Senin pagi, selama kurang lebih tiga puluh menit, siswa melakukan circle time yang bertujuan untuk menguatkan komitmen dan spirit siswa terhadap esensi ikrar pelajar SCA, memberikan arahan siswa dalam belajar, melakukan evaluasi atau refleksi belajar siswa, dan berbagai kegiatan yang menunjang study dan soft skills siswa.

 

Refleksi dan Home Base

Setiap pagi sebelum sholat dhuha dan asmaul husna dilakukan kegiatan opening di kelas yang diisi dengan refleksi bersama guru kurang lebih sepuluh sampai lima belas menit untuk seluruh siswa dari kelas rendah sampai kelas tinggi. Khusus untuk siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, setiap pagi selama kurang lebih sepuluh menit, siswa dipandu wali kelasnya untuk berdiskusi berbagai hal, mulai dari pelajaran yang akan diikuti pada hari tersebut, kesulitan yang dihadapi siswa, disiplin, tingkah laku, sampai cara berpakaian dan hal lainnya yang menunjang belajar siswa.

 

Upacara Bendera

Upacara bendera merupakan salah satu cara untuk dapat menumbuhkan dan memupuk semangat nasionalisme siswa. Melalui upacara diharapkan siswa mendapatkan esensi dari kegiatan tersebut. Siswa diperkenalkan dengan upacara bendera berdasarkan even nasional tertentu atau sesuai jadwal yang ditentukan, biasanya dalam satu semester minimal dua kali.

 

Agama

Sekolah ingin agar siswa memiliki skill yang baik, ilmu yang bermanfaat, bermoral tinggi dan selalu menjalankan kehidupannya sesuai dengan ajaran agama.Pelajaran agama bukan hanya sekedar menghafal teori yang ada, namun lebih dari itu, siswa harus dapat menerapkannya dalam kehidupannya sehari–hari.

Pembelajaran agama yang terintegrasi secara internal, yaitu integrasi antara bidang-bidang kajian agama seperti tauhid, iqro, muamalah, fiqih dan lainnya, akan mengarahkan siswa kepada pembelajaran agama yang menyeluruh. Pendekatan belajar yang bervariasi akan dapat memperdalam siswa belajar esensial dari agama.

Pembelajaran agama secara integrasi eksternal dengan mata pelajaran lainnya, akan memperkaya khasanah pengetahuan yang dilandasi oleh akar spiritual keagamaan. Diharapkan siswa mampu menerapkan kepekaaan nuraninya terhadap kehadiran Allah SWT dalam setiap langkah hidupnya, yang merupakan cerminan dari karakter positif.

Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, siswa sudah diperkenalkan dengan ”Bedah Al-Quran”, yaitu kegiatan menggali ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan dengan memahami isi Al-Quran secara menyeluruh, siswa semakin dapat meningkatkan keimanannya terhadap agamanya.

 

Kewarganegaraan

Mata pelajaran kewarganegaraan yang akan diajarkan kepada siswa merupakan mata pelajaran yang setara dengan penggabungan antara Pendidikan Kewarganegaraan dan universal moral values, sehingga siswa mendapatkan wawasan untuk menjadi warga negara dan warga dunia yang baik dan bertanggung jawab.

 

Bahasa Indonesia

Pelajaran bahasa Indonesia diberikan agar siswa dapat mengekspresikan seluruh ide–idenya dengan baik. Siswa akan belajar kemampuan berbahasa yang berupa mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.

Siswa mempelajari tata bahasa sebagai dasar pembelajaran bahasa Indonesia melalui kegiatan yang mengajak siswa untuk berkreativitas melalui drama, puisi, kemampuan berkomunikasi, pelatihan penulisan, debat, analisa tulisan atau menulis karya ilmiah. Kegiatan menulis sangat penting dan siswa akan selalu mendapatkan kegiatan ini melalui berbagai aktivitas.

Pengenalan sastra sejak dini sangat penting, oleh sebab itu melalui sastra sederhana, siswa akan belajar tentang karya–karya penulis dan makna dari tulisannya. Melalui karya sastra pula siswa dapat belajar karakter yang berbeda dan dapat menganalisa hikmah yang terkandung dalam karya sastra tertentu.

 

 

Bahasa Inggris

Selain sebagai bahasa pengantar untuk beberapa mata pelajaran di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, pelajaran Bahasa Inggris diberikan agar anak menguasai kemampuan berbahasa dan menerapkannya dalam bentuk komunikasi lisan dan tulisan.

Membaca buku, presentasi, kemampuan berkomunikasi, menulis dan kegiatan belajar lainnya merupakan media dalam belajar bahasa Inggris. Berkomunikasi lewat e-mail untuk berkoresponden dengan teman–teman sebaya di luar negeri dapat dijadikan sebagai salah satu cara agar siswa terbiasa berkomunikasi tertulis. Mendatangkan narasumber akan dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi lisan siswa.

Siswa pada tingkat Sekolah Menengah Pertama mempunyai kemampuan bahasa Inggris yang beragam, sehingga dibuat program yang menjembataninya. Program tersebut dinamakan program enrichment grammar bahasa Inggris.

Siswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok beginner dan advanced.

Masing-masing kelompok mempunyai program yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya.

Dari program enrichment grammar pada kelas beginner, jika siswa mengalami peningkatan yang berarti akan dapat direkomendasikan oleh guru untuk dimasukkan ke dalam advanced class, dan bagi siswa yang masih harus diberikan materi belajar lebih, maka siswa akan diberikan program remedial class. Diharapkan dengan program remedial, siswa dapat lebih cepat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya.

 

Matematika

Pada pelajaran Matematika, siswa akan belajar area matematika yang berupa materi pelajaran dan kekuatan matematikanya. Materi pelajaran matematika akan mengikuti topik-topik yang sesuai dengan kurikulum. Sedangkan kekuatan matematika dapat berupa problem solving, hubungan matematika dengan kehidupan sehari-hari, contextual dan analytical thinking.

Untuk meningkatkan kemampuan berfikir matematika siswa, guru akan selalu berusaha untuk memberikan proyek, observasi dan percobaan untuk sebagian besar pembahasan masalah. Kunjungan ke suatu tempat untuk survey akan dibutuhkan siswa agar lebih terampil dalam mengumpulkan dan mengolah data–data.

Untuk memperkuat pemahaman konsep siswa terhadap pelajaran Matematika, siswa akan mengikuti program penguatan khusus, sesuai dengan kebutuhan dan pemahaman belajar Matematika siswa. Bagi siswa yang masih sangat perlu peningkatan dalam pemahaman pelajaran Matematika, akan diberikan program remedial Matematika.

 

Ilmu Pengetahuan Alam

Pemahaman dasar IPA diberikan dengan banyak melihat kejadian–kejadian melalui percobaan, investigasi, analisa, observasi atau pun penelitian sederhana. Siswa diajak untuk berfikir dan dilatih untuk dapat menghubungkan sebab akibat. Yang terjadi dan tertantang mencari jawaban sendiri.

Belajar IPA akan membuat siswa lebih mencintai kehidupan sekitarnya dan mensyukuri nikmat atas apa yang dikaruniakan Allah SWT atas dirinya dan lingkungannya. Siswa diharapkan tidak belajar suatu materi tanpa mengetahui maknanya. CD Rom,VCD, laboratorium alam, sawah, dan empang di lingkungan sekolah akan dipakai untuk mendukung pembelajaran selain terjun langsung ke lingkungan.

Siswa diarahkan untuk dapat menerapkan metode ilmiah sebagai dasar meningkatkan kemampuan pengetahuan IPA, melalui percobaan, penelitian ataupun observasi langsung di laboratorium alam.

Pengenalan IPA akan dilakukan mulai tingkat Taman Kanak-Kanak secara terintegrasi. Sedangkan pada tingkat Sekolah Dasar siswa mempelajari IPA sebagai subyek. Untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama pelajaran IPA dibedakan menjadi pelajaran Biologi, Fisika dan pengenalan Kimia melalui berbagai eksplorasi pengalaman belajar yang diharapkan dapat memiliki semangat inovasi yang tinggi.

 

Ilmu Pengetahuan Sosial

Pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, siswa akan belajar untuk mengasah kemampuan sosial yang merupakan bekal untuk terjun ke masyarakat kelak dan memupuk kepekaan dan peduli lingkungan sekitar.

Secara garis besar pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa belajar beberapa pelajaran yaitu sejarah, ekonomi, geografi, kewarganegaraan, nilai moral dan pengenalan sosiologi,. Pelajaran tersebut akan diajarkan secara integrasi

Peristiwa di masa lampau dapat diambil hikmahnya oleh semua orang. Siswa akan melihat berbagai karakter dan contoh akibat dari suatu kejadian tertentu. Banyak tokoh– tokoh yang patut dijadikan contoh. Melalui pengenalan tokoh–tokoh, diharapkan siswa dapat belajar mengenai kharisma tokoh tersebut, pandangan hidup, pengambilan keputusan, kepemimpinan, filosofi hidup, dan nilai-nilai positif lainnya. Hal ini sangat penting bagi siswa untuk memotivasi dirinya untuk mencapai suatu tujuan positif.

Siswa sangat perlu mengetahui dan memahami yang kemudian dapat menganalisa kondisi penduduk dan letaknya. Siswa akan diajarkan geographer skills yang berupa kemampuan membaca dan menginterpretasikan peta.

Bagian dari Ilmu Pengetahuan Sosial adalah mengenal kehidupan ekonomi dan interaksi masyarakat dalam bidang ekonomi. Siswa perlu diajarkan kegiatan ekonomi baik mikro maupun makro. Guru berusaha untuk menerapkan ilmu ekonomi melalui kegiatan-kegiatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tingkat Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar, siswa diperkenalkan dan diajak menganalisa tentang diri dan lingkungan sekitar beserta kehidupan sosial di sekitarnya. Diharapkan siswa dapat mengasah social skills-nya.

Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama, pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial terdiri dari: Sejarah, Geografi, Ekonomi dan pengenalan Sosiologi yang merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri.

 

Sekolah Inklusi

Pendidikan Lingkungan Hidup

Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan aktivitas pembelajaran sebagai penguat kurikulum alam dan karakter yang terintegrasi ke dalam seluruh sektor pembelajaran di sekolah sebagai spirit dan intisari dari kehidupan yang berkelanjutan (semangat ESD) . Pendidikan lingkungan hidup ini selain ada mata pelajaran khusus (untuk TK dan SD) juga terintegrasi ke dalam mata pelajaran antara lain IPA dan IPS. Pembelajaran ini mengajarkan siswa untuk bagaimana menumbuhkan rasa inisiatif, kepedulian dan sikap-sikap positif kepada sesama dan juga pelestarian lingkungan.

Kegiatan belajar dalam PLH ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dalam bertanam, mengelola lingkungan dan belajar esensi mengeksplorasi alam secara bijaksana. Siswa juga diberikan wawasan bagaimana menerapkan kasih sayang dalam memelihara hewan sebagai mata rantai kehidupan di lingkungan.

Menanam biji sampai dengan memanen hasil merupakan pengalaman belajar yang terintegrasi dan dapat menumbuhkan karakter untuk mencintai, menghargai, mengeksplorasi alam dengan bijaksana dan menumbuhkan sikap peduli terhadap kelestarian alam serta mengasah kepekaan akan kebesaran Allah SWT dalam memelihara mahluk-Nya.

 

Komputer

Untuk tahun ajaran 2018-2019 pengenalan ketrampilan siswa terhadap teknologi (komputer) dintegrasikan ke dalam pembelajaran pada setiap materi pelajaran. Jadi disesuaikan dengan kebutuhan pada setiap mata pelajaran dalam menggunakan komputer sebagai media belajar. Hal ini selain bertujuan untuk mengenalkan penggunaan komputer dan mengaplikasikan teknologi dengan bijaksana juga melatih siswa untuk terampil menggunakan komputer sebagai media dan sarana belajar dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Aplikasi komputer dalam kegiatan belajar beragam, seperti mengetik, mendisain, membuat laporan, membuat tabel, atau untuk presentasi.

 

Olah Raga

Salah satu kegiatan yang bersifat penyeimbang pencapaian potensi siswa adalah kegiatan Olah Raga. Kegiatan dilaksanakan baik secara intrakurikuler yaitu terintegrasi ke dalam pelajaran outbound atau secara terbuka dalam kegiatan senam bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk sportifitas, mengembangkan potensi siswa dalam bida ng olah raga dan tentunya untuk mendukung kesehatan.

Karena kegiatan ini sangat penting bagi anak. Orang tua diharapkan mengirim surat kepada wali kelas, apabila putra/putrinya tidak dapat mengikuti kegiatan ini. Untuk mendukung kegiatan ini siswa diharapkan menggunakan baju dan sepatu olahraga.

 

Outbound

Sebagai sekolah yang berbasis alam, outbond merupakan kegiatan khas Sekolah Citra Alam Ciganjur. Outbound merupakan pelajaran untuk menumbuhkan dan mengembangkan diri dalam mencintai alam, menghadapi tantangan alam, skill untuk mandiri, jiwa pemberani karena benar, disiplin, teamwork dan beberapa kemampuan lain yang dapat meningkatkan soft skill siswa.

Kegiatan outbond digabung dengan pelajaran olah raga dan kesehatan jasmani. Guru kelas atau team teaching kelas wajib menemani dan membantu handling siswa selama mengikuti kegiatan outbound.

 

Seni Budaya

Seni Budaya merupakan pelajaran penyeimbang kreativitas siswa. Pengalaman belajar yang diberikan dapat menumbuhkan, meningkatkan dan memperkaya kepekaan seni. Pelajaran Seni Budaya yang akan diajarkan terdiri dari drama, seni rupa, musik dan tari.

Drama: Untuk tingkat Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar kelas 1-3, pelajaran Drama masih terintegrasi dengan pelajaran lain. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar kelas 4-6 dan tingkat Sekolah Menengah Pertama, Drama diajarkan khusus, sesuai dengan ruang lingkup keilmuan dan teknik drama yang baik. Siswa diberikan waktu untuk penampilan baik individu maupun kelompok.

Seni Rupa: Pelajaran seni rupa diberikan dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai dengan Sekolah Menengah Pertama. Untuk siswa Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar kelas 1-2, Art diajarkan untuk dapat melatih keseimbangan motorik halus siswa, meningkatkan kreativitas berpikir dan seni siswa. Sedangkan siswa tingkat Sekolah Dasar kelas 3-6 dan Sekolah Menengah Pertama akan diperkenalkan bagaimana membuat hasil karya yang sesuai dengan kemampuan berolah seni rupa yang telah diajarkan. Kreativitas seni dan berpikir siswa semakin ditantang untuk dapat mengaktualisasikan kemampuan berolah seni

Rupa. Siswa diberi kesempatan untuk pameran dan lelang karya seninya.

Musik & Tari: Pelajaran ini dapat mengembangkan kreativitas seni musik siswa. Dalam pelajaran musik siswa diajak untuk berperan aktif dalam meningkatkan skill bermain alat musik tertentu, sesuai dengan level kelasnya. Untuk tingkat Taman Kanak-kanak, siswa diajak untuk mengekspresikan seni musiknya lebih banyak melalui pengenalan nada melalui bernyanyi, gerak tubuh, pengenalan irama atau seni vokal. Untuk kelas rendah SD juga akan diperkenalkan tentang seni tari. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar kelas 4-6 dan Sekolah Menengah Pertama, disamping siswa diperkenalkan bagaimana bermain musik yang baik, siswa juga mulai diajarkan bagaimana melakukan dan mengatur penampilan musik yang baik.